Rabu, 15 Mei 2013

Cara Membuat List HTML & Menu Sederhana (Basic of Unordered List)


Pada dasarnya, hampir semua menu menggunakan struktur HTML list, dalam hal ini adalah unordered list (tag ul) atau daftar tak berurutan yang merangkum keseluruhan list (tag li). Segala bentuk navigasi yang berupa menu menggunakan struktur dari tag-tag tersebut dan kemudian ditambahi dengan aturan-aturan yang membentuk tampilan, fungsi, serta efek yang menarik (CSS dan Javascript).
Unordered list digunakan untuk membentuk susunan list/daftar yang tidak disusun berdasarkan urutan angka.  Sedangkan untuk struktur list yang berurutan (ordered list <ol>) disusun berdasarkan urutan angka; dari 1, 2, 3, dan seterusnya. Tentang ini, akan saya bahas pada kesempatan posting selanjutnya.

Dengan sedikit styling, list tersebut akan muncul dengan diawali titik, gambar, ataupun simbol lain sesuai dengan aturan list styling yang dibawa oleh template. Secara advanced, dengan ditambahi styling, fungsi, dan efek, list akan menjadi menu horizontal, vertical, atau menu-menu lain yang sangat menarik dan eye-catching.

Struktur dasar dari unordered list diawali dengan tag <ul> dan ditutup dengan closing tag <ul>. Di dalamnya terdapat susunan list-list yang masing-masing berada dalam tag <li> dan </li>.
<ul>
<li>text/item disini</li>
<li>text/item disini</li>
<li>text/item disini</li>
<li>text/item disini</li>
<li>text/item disini</li>
</ul>
Tanpa aturan luas dan tinggi, baik dengan HTML maupun CSS, tampilan list akan muncul dalam urutan per baris:
  • text/item disini
  • text/item disini
  • text/item disini
  • text/item disini
  • text/item disini
Ide penggunaan list sederhana ini akan mempermudah dalam membuat list secara manual, baik untuk kepentingan membuat list di dalam posting maupun membuat menu yang akan ditampilkan di sidebar. Hampir seluruh navigasi menu di bagian sidebar blog ini saya buat dengan menu list manual. Mengapa? Ada beberapa alasan kuat mengapa saya membuat menu list secara manual:
  1. Kostumisasi isi lebih mudah daripada harus menggunakan widget khusus, misalnya label. Kita dapat dengan mudah melakukan perubahan tanpa harus mengedit Template HTML. Misalnya ketika harus mengubah anchor text, mengaplikasikan atribut (misalnya atribut nofollow) pada label, dan bebas melakukan CSS styling.
  2. Tahukah bahwa sebagian besar widget yang memuat automatic generated list seperti popular post, recent post, dan widget-widget navigasi lain yang kebanyakan menggunakan feed links atau redirect links? Link-link semacam itu tidak di-indeks oleh search engine, sebagaimana yang telah dijelaskan Google dalam Panduan dan Kriteria Google Quality Content. Untuk memperkuat page structure, sebaiknya perbanyak link list yang langsung mengarah ke link/halaman yang dituju.
  3. Dapat dengan sesuka hati mengatur isi menu, tanpa hasil generating dari widget yang kadang tidak sesuai dengan keinginan. Misalnya, untuk popular post, anda dapat dengan mudah memanipulasi isinya untuk memaksimalkan posting yag jarang terjamah pengunjung. :P
  4. Dapat membuat list non menu (yang bukan digunakan sebagai navigasi) dengan mudah di bagian sidebar. Misalnya untuk membuat list tertentu yang berfungsi sebagai informasi (anda dapat melihat contohnya di bagian sidebar kanan bawah, tepatnya di bawah logo copyscape  ^_^).
Untuk membuat list menu yang berisi link, cukup tambahkan tag a beserta anchor text-nya di dalam tag li:
<ul>
<li><a href="#">anchor text</a></li>
<li><a href="#">anchor text</a></li>
<li><a href="#">anchor text</a></li>
<li><a href="#">anchor text</a></li>
<li><a href="#">anchor text</a></li>
</ul>
Contoh hasilnya:
Anda dapat dengan mudah membuatnya di sidebar sebagai pengganti widget menu yang isinya dapat diatur secara manual, sehingga dapat di-handle secara penuh. Untuk membuat list menu semacam ini di sidebar, masuk ke Dashboard > Design/Rancangan > klik add a gadget/tambah gadget > pilih HTML/Javascript. Beri judul sesuai isi menu dan susun list sesuai keinginan. Tampilan list menu akan mengikuti aturan yang telah dibawa oleh template blog (inherited).

Itulah dasar dari unordered HTML list dan menu list. Selanjutnya ke depan saya akan presentasikan beberapa konsep lain dari berbagai macam elemen dan struktur list web/blog beserta styling-nya dan juga akan ada beberapa menu horizontal dan vertical yang akan saya persembahkan (Insya Allah).
Sumber:  http://buka-rahasia.blogspot.com/2011/06/cara-membuat-list-html-menu-sederhana.html

Kumpulan Efek - Efek Blog ( Lengkap )

Sebelum kita masuk ke intinya, terlebih dahulu saya ingatkan pada sobat  bahwa efek, animasi dan widget - widget serupa akan menambah beban loading blog sobat, jadi mohon di perhitungkan sebelum sobat memasang efek ini. Efek yang akan saya posting kali ini,

Rangkaian Stabilizer Sederhana

Rangkaian Stabilizer Sederhana – Stabilizer (stabiliser) adalah alat yang digunakan untuk menstabilkan tegangan arus listrik yang tidak stabil (tidak konstan) atau selalu berubah-ubah.Kinerja peralatan bisa tidak maksimal akibat tegangan arus listrik yang tidak stabil. Kalau voltage terlampau turun akan merusak peralatan dan voltage yang terlampau tinggi juga akan merusak peralatan. Misalnya akan terasa kurang dingin pada AC, akan terjadi hank pada komputer, akan mengganggu keakuratan pada sebuah alat tes.
Bagi Anda yang mempunyai komputer PC tentunya sudah sering mendengar kata stabilizer. Alat ini tidak bisa dipidahkan sebab untuk menjaga tegangan yang mengalir ke komputer mantap terus. Pada kesempatan kali ini kita akan membuat Rangkaian Stabilizer Sederhana. Walaupun

Rangkaian Stabilizer Sederhana

Rangkaian Stabilizer Sederhana – Stabilizer (stabiliser) adalah alat yang digunakan untuk menstabilkan tegangan arus listrik yang tidak stabil (tidak konstan) atau selalu berubah-ubah.Kinerja peralatan bisa tidak maksimal akibat tegangan arus listrik yang tidak stabil. Kalau voltage terlampau turun akan merusak peralatan dan voltage yang terlampau tinggi juga akan merusak peralatan. Misalnya akan terasa kurang dingin pada AC, akan terjadi hank pada komputer, akan mengganggu keakuratan pada sebuah alat tes.
Bagi Anda yang mempunyai komputer PC tentunya sudah sering mendengar kata stabilizer. Alat ini tidak bisa dipidahkan sebab untuk menjaga tegangan yang mengalir ke komputer mantap terus. Pada kesempatan kali ini kita akan membuat Rangkaian Stabilizer Sederhana. Walaupun

Rangkaian Stabilizer Sederhana

Rangkaian Stabilizer Sederhana – Stabilizer (stabiliser) adalah alat yang digunakan untuk menstabilkan tegangan arus listrik yang tidak stabil (tidak konstan) atau selalu berubah-ubah.Kinerja peralatan bisa tidak maksimal akibat tegangan arus listrik yang tidak stabil. Kalau voltage terlampau turun akan merusak peralatan dan voltage yang terlampau tinggi juga akan merusak peralatan. Misalnya akan terasa kurang dingin pada AC, akan terjadi hank pada komputer, akan mengganggu keakuratan pada sebuah alat tes.
Bagi Anda yang mempunyai komputer PC tentunya sudah sering mendengar kata stabilizer. Alat ini tidak bisa dipidahkan sebab untuk menjaga tegangan yang mengalir ke komputer mantap terus. Pada kesempatan kali ini kita akan membuat Rangkaian Stabilizer Sederhana. Walaupun sederhana, bukan berarti tidak bisa diandalkan. Alat ini bisa digunakan untuk menggantikan IC (regulator) seri 78XX.
Gambar Skema Rangkaian Stabilizer Sederhana
Gambar Skema Rangkaian Stabilizer Sederhana
Daftar komponen :
R1 = 0,2 R2 K Ohm
R2 = Uo – Ur K Ohm
C1 = 150pF
C2 = 10uF/40 Volt
T1 = BC161
IC1 = CA 3130
Uo = tegangan keluaran
Ur = U D1
Seandainya memerlukan tegangan keluaran stabil 8 Volt maka diperoleh harga sebagai berikut :
Ur = 6,8
R1 = 220 Ohm
R2 = 1,2 K Ohm
R3 = 6,8 K Ohm
Di Indonesia, stabilizer sangatlah penting karena teganga arus listrik di sini tidak stabil. Mengingat masih kurang baiknya instalasi dan distribusi PLN di Indonesia yang pengaruhnya besar sekali terhadap tegangan, ngedip, naik turun, bahkan mati sama sekali. Hal ini membawa efek tidak baik terhadap peralatan elektronik, maka dengan penggunaan Rangkaian Stabilizer Sederhana ini dapat menjaga peralatan elektronik anda seperti komputer, televisi, kulkas dan Lin-lain baik di rumah-rumah, warnet maupun perkantoran agar selalu mendapatkan tegangan listrik yang stabil. Jika tegangan PLN sangatlah tidak stabil dan stabilizer tidak mampu menahan kestabilan tegangannya maka yang rusak adalah stabilizernya bukan alat elektronik anda.

Rangkaian Walkie Talkie

Rangkaian Walkie Talkie – Menurut Wikipedia, Walkie talkie adalah sebuah alat komunikasi genggam yang dapat menghubungkan dua orang atau lebih dengan menggunakan gelombang radio. Kebanyakan walkie talkie digunakan untuk melakukan kedua fungsinya yaitu berbicara ataupun mendengar. Walkie Talkie dikenal dengan sebutan Two Way Radio ataupun radio dua arah yang dapat melakukan pembicaraan dua arah, yakni berbicara dan mendengar lawan bicara secara bergantian. Walkie talkie dapat digunakan dalam jarak 0,5 Km sampai dengan 2,5 Km tanpa menggunakan biaya pulsa seperti menelpon memakai telepon atau handphone. Walkie talkie merupakan sebuah transceiver dikarenakan ia memiliki two way radio tersebut. Alat ini memiliki radio transmitter dan sinyal penerima komunikasi radio.
Rangkaian Walkie Talkie yang kami sajikan di sini merupakan rangkaian yang cukup sederhana. Untuk pembuatan walkie talkie harus dibuat sebanyak dua buah sebagai sarana komunikasi antar teman. Jarak yang dapat ditempuh oleh Walkie Talkie ini sekitar 500 meter untuk lokasi yang banyak gedungnya. Namun kalau di tempat yang lapang semacam sawah atau daerah pegunungan yang masih belum banyak terhalang pepohonan maka jarak yang ditempuh akan lebih jauh lagi.
Gambar Skema Rangkaian Walkie Talkie
Gambar Skema Rangkaian Walkie Talkie

Rangkaian Parametrik Equalizer

Rangkaian berikut ini adalah Rangkaian Parametrik Equalizer atau yang disingkat dengan nama Para Q. Alat ini aslinya buatan luar negeri, di sini kami sajikan untuk Anda coba sendiri. Perhatikanlah skemanya dengan teliti baru mencoba merakitnya.
Adapun cara kerja Rangkaian Parametrik Equalizer ini sebagai berikut. Rangkaian ini akan bekerja normal bila pemasangannya benar. Alat ini mempunyai respon frekuensi pada dua, tiga puncaknya antara range frekuensi 50 Hz sampai dengan frekuensinya mencapai angka 15 Hz, itu bila sistematiknya parametrik model grafik yang banyak dijual di pasaran sekarang ini. Rangkaian yang ditampilkan di sini memiliki model yang lain yaitu mampu beroperasi pada frekuensi antara 50 Hz sampai 11 Hz dengan faktor Q1 sampai 25, sebab ukuran respon terbaiknya di atas nilai 1 Hz. Dengan cara ini maka dihasilkan suara tiruan seperti aslinya. Untuk ini perlu diberikannya data sebagai berikut sebelum mulai merakitnya.
Sebelum alat ini disambungkan ke sumber catu dayanya (bila sudah selesai dirakit), control potensiometernya diletakkan dulu pada posisi menengah dan saklar by pass-nya dalam keadaan tertutup. Bila posisinya sudah begitu maka sinyal input akan sama dengan sinyal outputnya. Untuk selanjutnya lihat gambar skema di bawah ini.
Gambar Skema Rangkaian Parametrik Equalizer
Gambar Skema Rangkaian Parametrik Equalizer
Pasanglah komponen IC dengan memakai soket,

Rangkaian Penguji Kelancaran Kabel

Rangkaian Penguji Kelancaran Kabel adalah rangkaian elektronika berupa tester yang dapat mengecek dan mengetahui kondisi suatu kabel/kawat apakah masik bagus atau tidak. Kabel merupakan komponen elektronika yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal/arus listrik dari satu tempat/bagian ke tempat lain. Selain itu, untuk menyambungkan/menghubungkan antar bagian komponen dalam sebuah rangkaian tertentu sehingga rangkaian tersebut berfungsi

Mengukur Kerusakan Fet Dengan Multimeter


FET is divided into two families: Junction FET (JFET) and Insulated Gate FET (IGFET) or also known as Metal Oxide Silicon (or semiconductor) FET (MOSFET). In contrast to the IGFET, the JFET gate terminal forming a diode with the channel (semiconductor material between the Source and Drain). In its function, this makes N-channel JFET to be a solid-state version of the vacuum tubes, which also forms a diode between the grid and cathode. And also, both (JFET and vacuum tubes) work in "depletion mode", both have a high input impedance, and they conduct electrical current under the control of the input voltage.

Mengukur  Kerusakan Fet Dengan Multimeter
Mengukur Kerusakan Fet Dengan Multimeter

Determination of FET performed by investigators x100 range of black and red on the Source Gate. When the needle to deviate, then the FET is kanalP Janis and if not, the FET is the channel N.

Rangkaian Penguji (tester) Dioda Zener


This is a circuit of zener diode tester which tests zener diodes with breakdown voltages extending up to 120 volts. The main advantage of this circuit is that it works with a voltage as low as 6V DC and consumes less than 8 mA current.


Rangkain Penguji (tester) Dioda ZenerPenguji (tester) Dioda Zener

The circuit can be fitted in a 9V battery box. Two-third

Rangkaian Penguji FET| Mosfet

MISFET or FET is a related term meaning insulated-gate field-effect transistor, and is almost synonymous with MOSFET. This device used for amplifying or switching electronic signals. The basic principle of the device adalah voltage on the oxide-insulated gate electrode can induce a conducting channel between the two other contacts called source and drain. The channel can be of n-type or p-type, and is accordingly called an NMOSFET or a PMOSFET (also commonly nMOS, pMOS). It is by far the most common transistor in both digital and analog circuits, though the bipolar junction transistor was at one time much more common.

Circuit symbols Mosfet

Rangkaian Penguji FET| Mosfet

This circuit is used to test N-Mosfets, whether it works or not. If it is not working, the LED will not flash. If Mosfet is working it will operate in the astable multivibrator circuit causing the Led to flash.

This circuit can test almost any N-Mosfets As a common emitter buffer that also drives the led as it receives pulses from the Mosfet drain, this circuit uses the NPN transistor

Rangkaian Pengukur Kapasitas Kapasitor (Kapasitas Meter)

Capacitor or often referred to as the capacitor is a device that can store energy in electric fields, collected by an internal imbalance of electric charge. Capacitor has a unit called the Farad. Identified capacitor has two legs and two poles of positive and negative and has a liquid electrolyte and usually cylindrical. Whereas the other species most of the lower capacity values, do not have a positive or negative poles on foot, mostly flat, round brown, red, green and others such as tablets or buttons.
Kapasitor
Rangkaian Pengukur Kapasitas Kapasitor

This capacitance meter circuit which can be used to measure the size

Infra Red Remote Tester

The circuit is very effective to test the remote controls what still works or not, the remote record will be tested using infra red. Examples of the TV remote, AC and others. Please try I am sure 100% will be successful.

Rangkaian Remote TesterRangkaian Remote Tester

The workings of the circuit is very simple, when the infra red sensor receive infrared signals pin 2 sensor will produce a voltage, this voltage will drives the PNP transistor so that the LED lamp and piezo disc (BZ) is active. for the power supply

Op-Amp Pre-Amp Mic

This is the circuit of Op-Amp Microphone Preamplifier using a single power supply, this circuit suitable for dynamic or electret microphones. Nothing too special here. The Schematic is shown using a dynamic microphone, for use with an electret a pair of suitable biasing resistor is required to power the electret microphone.

rangkaian Op-amp pre-amp micSkema rangkaian op-amp pre-amp mic

Note:
  • use a capacitor with voltage 25volt or more
  • so that the sound produced maximal

Op-Amp Pre-Amp Mic


Kristal Tester

In the world of electronics using crystal oscilator almost always in use. In the circuit below is a series to test the crystal. (Not measuring frequensy). With this circuit we could find out whether

Rangkaian Konverter Tegangan USB Port (5 Volt menjadi 12 Volt)


Rangkaian Konverter Tegangan USB Port ini  dapat mengkonversi tegangan 5V DC dari port USB komputer menjadi tegangan 12V DC dan rangkaian seperti ini akan menemukan banyak aplikasi pada perangkat yang ditenagai dari sistem USB. Inti dari rangkaian ini adalah IC LT1618 yang merupakan konverter arus yang konstan dan peningkat tegangan yang konstan. IC ini memiliki berbagai macam tegangan input dari 1,8 sampai 18V DC dan tegangan output bisa mencapai 35V DC.
Dalam rangkaian resistor R1, R2 mengatur tegangan output. Pin nomor 9 adalah pin shutdown, tegangan yang kurang dari 0.3V menuju pin ini akan mematikan IC. Pin nomor empat adalah tingkat arus untuk mengatur pin. Tingkat arus tegangan dapat dikurangi dengan menerapkan tegangan DC ke pin ini. Jika pengaturan ini tidak diperlukan, hubungkan pin ini ke ground dan Anda dapat menghilangkan komponen R3, R5 dan Q1.
Rangkaian konverter tegangan USB port
Catatan:
  •      C2 dan C3 harus bernilai minimal 15V.
  •      Tegangan Kurang dari 0,3 V pada pin shutdown, akan mematikan IC.
  •      Tegangan output diatur oleh persamaan berikut R1 = R2 ((Vout / 1.263V) -1).

Rangkaian Transistor Tester

adalah merupakan rangkaian yang simpel dibanding dengan penguji transistor lain yang bermanfaat untuk teknisi serta mahasiswa. Rangkaian ini bisa dengan mudah dirangkai pada suatu papan pcb. Komponen dasar elektronik seperti resistor, dioda led serta ne5555 dipakai untuk mengembangkan